- iklan atas berita -

Laporan Wartawan Tribunnews.com Willem Jonata

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Orang-orang yang mengaku dirugikan Ustaz Guntur Bumi (UGB) rupanya terus bermunculan. Kali ini seorang wanita berusia 24 tahun berinisial R, mengaku menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh suami Puput Melati tersebut.

Ia menjadi korban setelah mendatangi UGB untuk menjalani pengobatan. Kejadiannya tahun 2011. Saat itu, ia kurang sehat. Pahanya kram dan kadangkala mati rasa. Ibunya yang kemudian merekomendasikannya untuk berobat kepada UGB.

“Saya diajak ibu, dibawa ke padepokannya UGB, minta untuk dibekam, tapi ada pelecehan seksual,” ucapnya, Kamis, (19/3/2014), ditemui di kawasan Epicentrum, Kuningan, Jakarta.

Dalam praktik pengobatan, UGB kemudian melancarkan aksinya. R diminta masuk ke ruangan tertutup. Sementara sang ibu tidak boleh ikut ke dalam ruangan tersebut.

ads

“Ada sarung, saya disuruh buka celana, saya waktu itu menurut saja karena sakit saya di paha. Mata saya diikat pakai kain, terus dibuka celana dalam. Awalnya, saya pikir mau diobati, aku disenderkan di tembok, lalu ada hal yang tidak wajar,” ucapnya.

Ia mengatakan, cara itu tidak wajar karena UGB memegang kemaluannya. Saat itu, R mengaku sempat berontak karena ketidakwajaran cara UGB melakukan pengobatan. Tetapi, di satu sisi ia tak ingin sembuh dari penyakitnya.

“Tangan saya dipegangi sama tangan dia. Terus saya disenderkan di tembok. Dengan tangan dia memulai itu,” lanjutnya. Saat itu, ia menyerahkan duit Rp 6 juta untuk biaya pengobatan.

Ia membayar biaya tersebut secara bertahap. Pertama Rp 1,5 juta. Sementara, sisanya dibayarkan di rumah.

Baru kemarin R dan ibunya melaporkan UGB ke Polda Metro Jaya, dengan tuduhan penipuan dan pelecehan seksual. Apa saja bukti yang akan diserahkan ke polisi untuk menjerat UGB?

“Saya masim simpan struk pendaftaran, minyak, air yang labelnya dia tuh,” timpal sang ibu.

Lantas bagaimana dengan visum? “Kalau itu saya serahkan ke pengacara saya saja. Saya enggak mengerti,” ucap R.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!