Pekerjaan Saluran Drainase di Gempolsewu Dikeluhkan Warga, Dinas PUPR: Kami Langsung Tindaklanjuti

0
648
Kades Gempolsewu Carmadi menunjukkan pekerjaan drainase yang ditutup dan diduga belum rampung, Selasa (26/1)
- iklan atas berita -

Metro Times Kendal – Pekerjaan saluran drainase yang dibangun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) di Desa Gempolsewu Kecamatan Rowosari pada bulan November tahun lalu dikeluhkan warga setempat. Bahkan, akibat pekerjaan yang diduga belum sepenuhnya rampung sering menyebabkan banjir.

Seperti yang disampaikan Sutomo warga setempat. Ia mengaku bahwa pekerjaan drainase yang belum rampung menyebabkan banjir setinggi 30 centimeter seminggu yang lalu.

“Kalau pas turun hujan warga mengeluhkan banjir sebab airnya tidak bisa mengalir,” kata Sutomo, Selasa (26/1/2021).

Tak hanya itu, ia juga meminta bangunan drainase yang ada di halaman rumahnya agar diberi penutup. Pasalnya, saluran drainase yang terbuka tanpa penutup dikhawatirkan bisa membahayakan pengguna jalan.

“Kemarin ada anak kecil yang lari-lari sempat terperosok jatuh, ini kalau dibiarkan terbuka tentu sangat membahayakan,” ungkapnya.

ads

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Gempolsewu, Carmadi mengatakan, pembangunan drainase disatu sisi ada yang maksimal dan bermanfaat bagi masyarakat, namun ada juga yang menimbulkan permasalahan di masyarakat.

“Ada satu titik yang menjadi permasalahan. Disaluran drainase ada yang airnya tidak bisa mengalir ke selatan maupun ke utara. Airnya terhenti dan menjadi genangan yang menimbulkan bau kurang sedap dan bisa menyebabkan jadi sumber penyakit,” kata Carmadi.

Ia berharap dengan kondisi seperti itu, dinas terkait segera menindaklanjuti agar saluran drainase bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

Dia juga mengungkapkan, dengan kondisi yang seperti itu ditambah dengan banyaknya keluhan warga, dirinya dalam waktu dekat akan menyampaikan permasalahan yang tersebut ke Dinas PUPR Kendal.

“Selain menyampaikan masalah ini, kami juga akan menyampaikan penyebab terjadinya banjir yang terjadi seminggu yang lalu, salah satunya yakni tidak berfungsinya pintu-pintu air di Kali kuto yang tidak berfungsi,” ujarnya.

Tidak berfungsinya pintu-pintu air, lanjutnya, menyebabkan luapan air dari sawah dan pemukiman warga yang seharusnya mengalir ke Kali Kuto jadi tersendat dan mengakibatkan banjir.

Pintu air yang tidak berfungsi atau rusak, katanya, tidak hanya ada di satu titik. Bahkan, semua pintu-pintu air di desanya rata-rata tidak bisa berfungsi dengan maksimal.

Menanggapi kondisi tersebut, Pejabat Pembuat komitmen (PPKom) pembangunan drainase, Sadtata mengatakan, pekerjaan saluran drainase hanya sampai seperti itu kondisinya disebabkan keterbatasan anggaran karena anggaran yang dialokasikan untuk penanggulangan covid-19.

Ia menuturkan, akan menindaklanjuti keluhan warga, karena untuk tahun 2021 ada anggaran kembali untuk penyelesaian pekerjaan tersebut.

“Pekerjaan lanjutan akan dilakukan mulai titik akhir pekerjaan awal hingga, terkait penutup saluran drainase kita akan perhitungkan kembali anggaran yang ada. Kalau mencukupi pasti akan diberikan penutup,” jelas Sadtata yang juga menjabat sebagai Kepala UPTD II Weleri Dinas PUPR Kendal.

Ia menyampaikan, adanya saluran yang ditutup di Desa Gempolsewu dilakukan karena dikhawatirkan air dari saluran induk buangan bisa mengalir ke saluran drainase tersebut.

Sadtata juga menjelaskan, terkait permasalahan pintu-pintu air yang rusak merupakan kewenangan dari propinsi bukan kewenangan dinas di daerah.(Gus)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!