- iklan atas berita -

Liputan Khusus : Jaques Antonius Latuhihin

MetroTimes(Semarang)Pengadaan Ruang Kelas Baru (RKB) SMP Negeri 41 Kota Semarang sebanyak 2 ruang kelas diduga kuat sarat penyimpangan. Hal ini di ungkap Pradtya Bagus Yudhanegara LSM MAP (Masyarakat Anti Pembodohan) DPW Jawa Tengah dari hasil tinjauan di lokasi  serta bukti-bukti dokumentasi foto dan data serta pengaduan yang cukup valid.

Aditya menerangkan adanya Dugaan pembiaran perbuatan curang, penyalahgunaan wewenang, konspirasi dan Mark up dan Pekerjaan yang tidak sesuai Speksifikasi Teknis dan Dokumen Kontrak merupakan Perbuatan Melawan Hukum khususnya UU TIPIKOR dalam Tindak Pidana Korupsi “jadi menurut saya bukti-bukti yang kami miliki sudah cukup valid, ini akan jadi laporan kami kepada aparat penegak hukum dalam waktu dekat”.Ujar Aditya yang berprofesi sebagai Pengacara Muda.

Dugaan-Dugaan Penyimpangan dalam Pengadaan 2 RKB SMP Negeri 41 Kota Semarang di terangkan Aditya sebagai berikut:

  1. Pengadaan RKB SMP Negeri 41 Kota Semarang di Sub Kontrakan kan kebeberapa orang/pemborong sehingga Pekerjaan Ruang Kelas SMP 41 di Perjual-belikan ke orang lain.
  2. Dalam Pepres Pengadaan Barang dan Jasa, merujuk Pasal 87 Ayat 3 Penyedia Barang/Jasa di larang mengalihkan Pelaksanaan Pekerjaan Utama berdasarkan Kontrak, dengan melakukan Subkontrak kepada pihak lain, kecuali sebagian pekerjaan utama kepada penyedia Barang/jasa SPESIALIS.
  3. Dalam Pepres Pengadaan Barang dan Jasa, merujuk Pasal 89 Ayat 3 Permintaan pembayaran kepada PPK untuk Kontrak yang mengunakan Subkontrak, harus di lengkapi bukti pembayaran kepada seluruh Subkontraktor sesuai dengan perkembangan (Progress)pekerjaannya,
  4. Pemenang lelang Pengadaan RKB SMP Negeri 41 yakni CV. SETYA MANDEGANI Direktur Prasetyo Adhi, ST dengan nilai kontrak penawaran sebesar Rp. 284.438.000,00.- melakukan kesepakatan dengan pihak pemborong dengan  nilai yang acc sebesar Rp.158jutaan sudah di potong Pajak. Sehingga Indikasi Mark Up Pengadaan RKB SMP Negeri 41 Kota Semarang diketahui sebesar + Rp. 126Jutaan 
  5. Adanya Pengurangan Volume Pekerjaan pada Kolom Pembesian Bangunan yang seharusnya mengunakan besi 12″ diganti mengunakan besi 8″ namun setelah adanya teguran , sebagian di Sambung mengunakan besi 10″.
  6. Oktober lalu Pekerjaan sempat berhenti hal ini di karenakan Uang Muka 30% belum di cairkan oleh Dinas Pendidikan sehingga Pemborong melakukan boikot/tidak meneruskan pekerjaan selama Uang muka belum di cair dari Rekanan yang diterima dari Dinas Pendidikan Kota Semarang.
  7. Pembangunan Ruang Kelas Baru di kerjakan tidak sesuai Gambar, RAB, dalam Dokumen pengadaan maupun Dokumen Kontrak

Dinas Pendidikan Kota Semarang melalui Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Pertama, Drs. Sutarto, MM saat di komfirmasi, menerangkan PPKom dari Pengadaan RKB SMP Negei 41 adalah Pihak Kepala Sekolah. Menanggapi Pekerjaan yang sempat berhenti, dirinya menerangkan “Bukan saya menjustifikasi mungkin karna CV nya (Pemenang CV.SM) mengerjakan banyak proyek sana sini sehingga kehabisan dana”. Terang Sutarto diruangannya.

ads

Lebih lanjut Sutarto menerangkan progres Fisik kurang lebih Akhir Oktober baru 30%-35% ,sementara realisasi keuangan belum di cairkan dan baru proses pencairan baru di awal November. Hal ini selain di karenakan Kesepakatan PPK dan Pemenang Lelang (CV.SM) tidak mengambil Uang Muka 30% ,juga di sebabkan Kasubag Keuangan sedang menjalankan Ibadah Haji sehingga belum dapat mencairkan.

Sementara itu Kepala Sekolah sekaligus PPK Pengadaan RKB SMP Negeri 41 Kota Semarang Dra. Nurwakhidah Pramudiyati dalam keterangannya  senada dengan Sutarto terkait dengan SUBKontrak dirinya tidak tahu menahu “Pekerjaan sampai hari ini tetap berjalan awal Desember tanggal 10 selesai. terkait pembayaran jika sudah 100% baru kita bayar”.Ujarnya Via Whatssupp (21/11)

Kontraktor CV.SM(TY Baju Kotak-Kotak) berjabat tangan dengan Pemborong (P Batik Coklat) terkait Uang Muka 30% yang tak kunjung cair di saksikan bendahara dan PPKom sekaligus Kepala Sekolah SMP Negeri 41 Kota Semarang Dra. Nurwakhidah Pramudiyati

Nurwakhidah berharap Pekerjaan tersebut segera terselesaikan tanpa ada masalah dan segera dapat di gunakan oleh anak-anak didik sebagai tambahan Ruang Belajar/Kelas yang baru “kami inginnya terselesaikan tanpa masalah Mas”.tegasnya.

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!