- iklan atas berita -

Metro Times (Purworejo) Proses pencarian korban laka laut di Pantai Dewaruci, Desa Jatimalang, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo dihentikan. Operasi dihentikan karena sudah genap tujuh hari pencarian sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Badan SAR Nasional (Basarnas).

Amin Riyanto dari Basarnas Cilacap mengatakan, Tim SAR (Search and Rescue) gabungan sudah melakukan pencarian maksimal, penyisiran darat maupun laut. Namun sampai hari ke tujuh, korban atas nama Aswa Alfitra, (13), siswa SD Maduretno Desa Nampurejo belum berhasil ditemukan.

“Sesuai SOP, operasi ditutup jika tujuh hari korban belum ditemukan dan tidak ada permintaan perpanjangan pencarian dari pihak keluarga korban,” katanya, Selasa (1/6).

Kendati demikian, pihaknya tetap siap siaga jika dikemudian hari ada info ataupun tanda-tanda keberadaan korban hilang. Info juga sudah disebar melalui organisasi SAR dan para nelayan terkait kecelakaan laut pantai Dewaruci. “Jika nanti ada info kami akan langsung berkoordinasi melalui komunitas SAR daerah,” imbuhnya.

Dijelaskan, sedikitnya ada 170-an personil SAR gabungan yang dilibatkan dalam proses pencarian kali ini, proses pencarian dilakukan baik di darat dan laut. Hari pertama sampai hari kelima pencarian dilakukan di darat dengan radius pencarian 10 kilometer ke barat dan ke timur dari titik korban hilang.

“Hari ke 6 baru dilakukan pencarian ke tengah laut yang didukung gelombang normal, namun pencarian hari terakhir gelombang kembali tinggi dan pencarian kembali dilakukan di sekitar pantai,” jelasnya.

Dengan ditutupnya operasi, pihaknya mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam operasi pencarian, sekaligus meminta maaf kepada korban dan keluarga korban, sebab upaya maksimal yang dilakukan belum juga menemukan hasil.

Koordinator Lapangan Pencarian, Frengky menambahkan, dalam proses pencarian ada satu kendala di lapangan, yakni gangguan frekuensi radio lokal dari Kabupaten Cilacap barat, diduga berasal dari Stasiun Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI).

“Kami sudah coba hubungi, kami minta teman-teman di sana menonaktifkan radio itu, namun tidak ada tanggapan, sangat menganggu dan RAPI Jawa Tengah menurut saya harus tegas memberi peringatan. Soalnya operasi semacam ini soal kemanusiaan, bukan main – main,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, laka laut pantai Dewaruci terjadi pada Senin (24/5) lalu. Satu korban meninggal atas nama Galang Surya Ramadhan (13), dan satu korban lainnya Aswa Alfitra (13), belum ditemukan keberadaannya.

Kedua bocah yang berasal dari desa Nampurejo tersebut terseret ombak saat mandi di pinggir pantai Dewaruci. (dnl)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini