- iklan atas berita -

Metro Times (Purworejo) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memberikan warning atau peringatan untuk 15 kecamatan di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah atas potensi longsor dan banjir yang dapat terjadi selama musim hujan.

Seperti diketahui sejak akhir pekan lalu hujan mulai mengguyur Purworejo setelah sebelumnya mengalami kemarau panjang hingga berdampak terharap bencana kekeringan.

Kepala Pelaksana BPBD Purworejo, Haryono, Kamis (16/11/2023) mengutarakan bahwa fenomena El Nino akan segera berlalu yang kemungkinan akan disusul dengan fenomena La Nina. El Nino membawa dampak kemarau berkepanjangan. Sebaliknya La Nina diperkirakan dapat memicu tingginya curah hujan.

Haryono menyebut, di Purworejo ada beberapa wilayah yang memiliki kerawanan cukup tinggi terhadap bencana longsor dan banjir. Warga dan pemerintah desa diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Daerah yang memiliki potensi bencana longsor cukup tinggi meliputi Kecamatan Keligesing, Loano, Bener, Gebang, Purworejo, Pituruh, Kemiri dan Bruno. Untuk banjir, sangat rawan terjadi di Kecamatan Pituruh, Butuh Grabag, Bayan, Ngimbol, Purwodadi Bagelen serta Banyuurip,” bener Haryono.

ads

Dia mengemukakan, ada beberapa sungai besar yang runtin menjadi pemicu bencana banjir di Purworejo, antara lain, Sungai Dulang, Sungai Wawar Sungai Lereng serta Sungai Bogowonto.

Sebagai upaya mitigasi luapan air Sungai Wawar di Pituruh, BBPD sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) untuk program normalisasi. Untuk tahun ini hal itu belum bisa dilaksanakan namun sudah dilakukan langkah antisipasi berupa perbaikan tanggul.

Untuk tahun 2024 akan dilakukan pemasangan bronjong dan karung pasir untuk memperkuat tanggul sungai di empat lokasi diantaranya Desa Pepe, Desa Kalimati.

Sedangkan untuk langkah mitigasi bencana longsor sejumlah alat Early warning sistem (EWS) telah terpasang di sejumlah lokasi diantaranya di Kaligesing, Bener, Gebang, Kemiri, dan Gebang.

“Beberapa waktu lalu kami sudah menggelar pertemuan bersama dengan para relawan serta stakeholdera terkait. Intinya kita semua harus siap, waspada terhadap potensi banjir dan longsor,” ujarnya menambahkan.

Tak hanya itu, BPBD pun telah mempersiapkan alat serta personil untuk menangakan bencana angin puting beling. Tim siap bergerak saat bencana terjadi.

“Saat musim hujan, petir dan angin kecang juga rawan terjadi. Kami mengajak semua pihak meningkatkan kesiapsiagaan, ansipasi pohon-pohon yang dekat rumah sebaiknya ditebang dan tingkatkan lagi fungsi kentongan,” tutup Haryono.(dnl)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!