- iklan atas berita -

Metro Times (Purworejo) Puluhan Calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Purworejo bakal segera diberangkatkan ke Malaysia untuk bekerja di perusahaan elektronik. Jelang pemberangkatan tersebut, seluruhnya mendapatkan pembekalan khusus dari PT Dian Yogya Perdana (DYP) selaku pihak Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), Kamis (16/3).

Pembekalan berlangsung di kantor PT DYP Cabang Purworejo yang terletak di Jalan Gajah Mada 01 Bandung Kidul Kecamatan Bayan. Materi disampaikan oleh Direktur PT DYP, Darsum, bersama Kepala Cabang Purworejo PT Dian Yogya Perdana, Tri Marzuningsih. Ada pula materi terkait pengelolaan keuangan oleh pihak Bank CIMB Niaga.

Tri Marzuningsih saat dikonfirmasi menyebut ada sebanyak 58 CPMI perempuan yang akan diberangkatkan. 54 orang berasal dari Kabupaten Purworejo, sedangkan 4 orang lainnya dari Kabupaten Kebumen. Sebelumnya, mereka telah menjalanai sejumlah tahapan seleksi.

“Semuanya sudah sesuai tahapan, rekomendasi, paspor dan termasuk asuransi jaminan kecelakaan kerja selama masa kontrak 2 tahun,” sebutnya.

Rencananya, seluruh CPMI akan diberangkatkan ke Malaysia pada 21 Maret 2023 dan langsung bekerja di sebuah perusahaan elektronik, yakni Pabrik Shin-Etsu. Adanya pembekalan sekaligus briefing kali ini diharapkan makin mematangkan kesiapan, meskipun sebelumnya pembekalan juga telah diberikan.

ads

“Masih ada Pembekalan Akhir Pemberangkatan (PAP) besok di BP3PMI Jogja Kantor tanggal 20 Maret. Jadi kita pastikan semuanya siap berangkat dan bekerja,” jelasnya.

Pabrik Shin-Etsu merupakan salah satu perusahaan yang telah menjalin kerja sama dengan PT DYP sejak tahun 2008. Dalam kurun akhir tahun 2022 hingga saat ini saja, sudah sekitar 140 PMI diberangkatkan dalam 5 gelombang atu kloter pemberangkatan.

“Jadi ini sudah pemberangkatan untuk yang kesekian kali dari Purworejo. Dari pihak Shin-Etsu beberapa waktu lalu turun kesini langsung untuk memberikan sosialisasi,” lanjutnya.

Lebih lanjut Tri Marzuningsih menyampaikan bahwa dalam setiap penyaluran tenaga kerja, PT DYP selalu melakukan koordinasi dengan dinas terkait atau pemerintah. Mulai dari proses awal, keberangkatan, hingga laporan rutin 3 bulanan setelah PMI bekerja di lokasi penempatan.

“Masa kontrak kerja 2 tahun. Selama masa kontrak itu kita juga rutin memberikan laporan kepada dinas,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu CPMI asal DesaTrirejo Kecamatan Loano, Robithatul Mungarofah (21), mengaku tertarik ke luar negeri untuk membantu ekonomi keluarga dan mencari modal usaha. Lulusan SMK Kesehatan tahun 2020 ini lebih memilih bekerja di luar negeri karena gaji yang ditawarkan lebih menjanjikan daripada tempat kerja sebelumnya di daerah Salatiga.

“Gajinya sekitar RM 1.500. Orang tua mendukung jadi saya putuskan untuk berangkat,” ujarnya. (dnl)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!