- iklan atas berita -

Metro Times (Purworejo) Perusahaan Umum Daerah atau Perumda Air Minum /PDAM Tirta Perwitasari kembali menyabet penghargaan Sebagai Top BUMD 2024. Bahkan pada Acara Puncak Penghargaan BUMD Award 2024 di Hotel Raffles Jakarta, Rabu (20/3/2024) lalu perusahaan ini menyumbangkan tiga penghargaan sekaligus untuk Kabupaten Purworejo.

Penghargaan pertama diberikan kepada Bupati Purworejo, Yuli Hastuti sebagai Top Pembina BUMD 2024. Penghargaan kedua diterima Direktur Perumda Air Minum Tirta Perwitasari Hermawan Wahyu Utomo sebagai Top CEO BUMD Award 2024. Berikutnya Perumda Air Minum Tirta Perwitasari Purworejo meraih penghargaan Top BUMD Award 2024 yang memperoleh bintang 5 dengan predikat tertinggi.

Terhitung sejak tahun 2019, sudah enam penghargaan diterima Perumda Air Minum Tirta Perwitasari. Dalam enam tahun berturut-turut perusahaan ini berhasil mempertahankan gelar bahkan hingga menjadi rujukan bagi perusahaan yang sama dari daerah lain.

Direktur Perumda Air Minum Tirta Perwitasari, Hermawan Wahyu Utomo menuturkan bahwa sederet penghargaan yang diterima tidak lantas membuat perusahaan tersebut berbangga hati. Evaluasi serta pengembangan inovasi akan terus dilakukan demi peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

“Kriteria pelayanan dalam Top BUMD Award 2024 meliputi kesehatan keuangan, pelayanan operasi dan sumber daya manusia atau SDM. Empat item ini merupakan hal pokok yang harus dijaga setiap perusahaan. Kami berkomitmen mempertahankan predikat baik yang sudah kami raih ini,” kata Hermawan Wahyu, Jumat (22/3/2024).

ads

Dia mengemukakan bahwa belum seluruh wilayah Purworejo menerima pelayanan Perumda Air Minum Tirta Perwitasari. Setelah memperoleh sederet penghargaan pihaknya menyadari masih memiliki pekerjaan rumah untuk menghadirkan pelayanan di seluruh kecamatan.

“Visi kami jangan sampai ada wilayah di Purworejo yang mengalami kekurangan air bersih. Kedua, dari variabel ketersediaan air bersih diharapkan kedepan jangan ada lagi desa di Purworejo yang masuk dalam daftar kemiskinan ekstrem. Kemudian kami pun ingin turut serta meminimalkan bahkan menghilangkan sama sekali kasus stunting di Kabupaten Purworejo. Kami ingin layanan air bersih maksimal dengan stok yang melimpah di seluruh wilayah,” kata Hermawan lagi.

Dia menyebut, dari 16 kecamatan di daerah ini masih ada empat yang belum terlayani Perumda Air Minum Tirta Perwitasari. Empat kecamatan itu meliputi Bruno, Gebang, Kaligesing serta Bagelen. Di empat kecamatan tersebut pihaknya belum memiliki sumber air yang bisa dimanfaatkan untuk mencukupi kebutuhan warga.

Hermawan menyadari untuk menghadirkan pelayanan di empat kecamatan ini membutuhkan biaya operasional sangat tinggi. Kendati demikian pihaknya berkomitmen untuk tetap hadir meski dengan profit margin yang rendah bahkan nol.

“Untuk mendatangkan pelayanan di empat kecamatan tersebut cost-nya tinggi. Maka di sana kami akan mengedepankan pelayanan bukan profit oriented,” ungkapnya.

Dia mengutarakan bahwa jangkauan di empat kecamatan ini cukup sulit, jarak antar rumah warga yang relatif berjauhan serta sumber air bersih sangat minim. Selain mengupayakan sumber air bersih di wilayah setempat diharapkan kedepan pihaknya bisa memanfaatkan kehadiran Bendungan Bener.

“Jika Bendungan Bener jadi dan seluruh pihak instansi terkait berkomitmen kami yakin persoalan air di empat kecamatan itu akan selesai,” imbuhnya

Saat ini, lanjut Hermawan, Perumda Air Minum Perwitasari baru mengandalkan 10 sumber air bersih untuk memberikan pelayanan bagi 32.350 pelanggan di Purworejo. 10 sumber itu meliputi saluran air dari Waduk Wadas Lintang, sumber air di Medono, Loano, Sumberjoyo, dua Sumber air bersih di Desa Pakis dan Condongsari Banyuurip, Kedungkebo, Boro I dan Boro II yang memanfaat air permukaan dari Sungai Bogowonto, lalu sumber air bersih di Kutoarjo I dan Kutoarjo II yang memanfaat air permukaan dari Sungai Jali.

Kemudian dalam waktu dekat pihaknya akan mengelola sumber air bersih di Jembangan yang merupakan sambungan dari sumber air Waduk Wadas Lintang.

Selain itu pada akhir tahun 2024 pihaknya akan mengembangkan sumber air di Desa Dadirejo Kecamatan Bagelen. Penyiapan sumber air di wilayah itu akan melibatkan pihak ketiga dari Korea Selatan.

“Untuk pengembangan sumber air di Desa Dadirejo kami sedang bikin FS (Feasibility Studi/studi kelayakan). Begitu juga pihak ketiga dari Korsel juga sedang menyiapkan FS. Setelah penandatangan MoU pengembangan sumber air bersih di lokasi itu akan segera jalan,” bebernya.

Sumber Desa Dadirejo kedepan akan diorientasikan untuk mengcover kebutuhan air bersih wilayah Purworejo Selatan yang sebelumnya memanfaatkan sumber air Boro. Selanjutnya sumber dari Boro akan diarahkan untuk mengoptimalkan pelayanan di Purworejo bagian timur.

“Kami akan terus menaikan target saluran pelanggan setiap tahun. Jumlah pelanggan kami saat ini baru sebanyak 32.350. Untuk tahun ini kami InsyaAllah menarget ada penambahan sebanyak 7500 saluran pelanggan,” pungkasnya.(dnl)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!