- iklan atas berita -

Metro Times (Purworejo) Pemerintah pusat sejak beberapa tahun belakangan mengguyur anggaran yang cukup besar untuk mendorong pembangunan di desa. Namun sayang, ada saja oknum pejabat desa yang menyalahgunakan anggaran tersebut untuk kepentingan pribadi dengan cara dikorupsi.

Seperti halnya yang terjadi di Desa Kemiri Kidul, Kecamatan Kemiri Kabupaten Purworejo. Anggaran desa senilai Rp726,8 juta diduga disalahgunakan oleh kepala desa setempat saat masih aktif menjabat.

“Ini terkait kasus pengelolaan anggaran desa tahun anggaran 2016 hingga 2019. Tersangka berinisial W, mantan kepala desa,” kata Kasat Reskrim Polres Purworejo, AKP Catur Agus Yudo Praseno, Selasa (13/2/2024).

Catur mengutarakan, penyidik Satuan Reserse dan Kriminal Polres Purworejo telah melimpahkan penanganan kasus ini ke Kejaksaan Negeri Purworejo.

“Proses penyelidikan dan penyidikan di Polres sudah selesai. Beberapa waktu lalu sudah P21. Selanjutnya tersangka serta barang bukti pun sudah kami limpahkan ke Kejaksaan Negeri Purworejo,” sebut

ads

Catur mengatakan bahwa W diduga terlibat dalam dugaan penyimpangan pengelolaan anggaran desa Kemiri Kidul dalam kurun waktu empat tahun. Dalam kasus tersebut, saat masih aktif menjadi kepala desa W diduga mengambil alih tugas dan tanggungjawab tim pelaksana kegiatan (TPK) di desa itu.

“Dari pemesanan, suplayer termasuk pembayaran dana untuk penyedia jasa. Semua diambil alih oleh saudara W,” imbuh Catur.

Dari seluruh kerugian negara dalam kasus ini diduga ada sebagian yang digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka.

“Sekarang kasus sudah ditangani kejaksaan karena sudah kami limpahkan sejak tanggal 1 Februari lalu. Terkait kapan perkaranya akan dilimpahkan ke pengadilan monggo tanyakan langsung ke Jaksa,” ujarnya seraya menambahkan dalam kasus tersebut, tersangka W terancam hukuman penjara maksimal 20 tahun.(dnl)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!