- iklan atas berita -

 

MetroTimes (Malang) – Kota Batu nampaknya akan punya potensi baru untuk dikembangkan. Baru-baru ini, Direktorat Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DRPM) Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) kepincut dengan potensi yang dimiliki Dusun Kajar, Desa Pandanrejo Kecamatan Bumiaji.

Potensi yang dilirik yakni budi daya ikan air tawar. Bentuk kerja sama dengan DPRM ITS berupa pendanaan dan konsep pengembangan. Serah terima bantuan modal kerja dan konsep pengembangan Dusun Kajar ini dilakukan secara simbolis pada Sabtu lalu (23-10-2021).

Dusun Kajar dipilih sebagai lokasi budi daya ikan air tawar karena memiliki letak geografis yang strategis. Dusun ini diketahui memiliki sumber air yang berlimpah. Potensi tersebut akan dimanfaatkan untuk budi daya ikan air tawar khusus konsumsi yang memanfaatkan saluran air. Panjang saluran air tersebut sekitar 500 meter dengan lebar sekitar 70 sampai 100 sentimeter dan kedalaman rata-rata setinggi lutut orang dewasa.

Dipilihnya lokasi budi daya ikan air tawar tersebut salah satunya karena kondisi air di Dusun Kajar yang relatif bagus. Selain itu, dusun ini memiliki potensi untuk dijadikan wisata tematik. β€œTentunya ini dapat mengangkat perekonomian warga,” ujar penggagas budi daya ikan air tawar di Dusun Kajar Agus Budiyanto.

 

Selain pendanaan, ITS juga akan membantu warga setempat dalam pembuatan master plan dan timeline untuk pengembangan Dusun Kajar. Sehingga masyarakat dapat terlibat membudidayakan ikan air tawar, bahkan sampai pada proses pemasaran.

β€œSelain bekerja sama dengan ITS, program ini juga akan bekerja sama dengan BUMDes. Kami akan melibatkan desa dari tingkat RT, dusun sampai ke desa,” ujarnya.

Pada acara sabtu siang di Kajar, diserahkan juga bantuan modal usaha kepada 2 BUMDes dan beberapa IKM oleh Kapuskaji kebijakan ITS Dr.Ir.Arman Hakim Nasution, M.Eng

Paket bantuan dengan total nilai 125 juta ini dipecah menjadi per-unit masing-masing 25 juta, yang pokoknya wajib dikembalikan dalam 2 tahun dengan bunga perbulan hanya sekitar 300 ribu.

Paket bantuan ini merupakan dana abadi dari AITAA (Asian Institute of Technology-Bangkok Associate Alumni) chapter Indonesia. AITAA merupakan asosiasi alumni S2/S3 yang peduli pada pengembangan IKM/BUMDESA di Indonesia.

Dalam penuturannya, Dr. Arman berharap bahwa model-model pembiayaan seperti ini akan bisa dikembangkan bersama komunitas alumni lainnya, termasuk alumni ITS. (nald)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini