Metro Times (Semarang) Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang, Wahyuni meminta relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) PMI untuk menumbuhkan kejujuran masyarakat. Sebab, kejujuran akan melindungi keluarga dari bahaya, utamanya Covid-19.
“Sibat ini harus bisa mengajak masyarakat untuk jujur. Ketika tidak jujur, Covid ini meningkat,” kata Wahyuni saat melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) bersama PMI Jawa Tengah di Sibat PMI Kelurahan Kemijen, Semarang Timur, Kota Semarang, Minggu (29/8).
“Kita jujur itu melindungi masyarakat,” ulangnya menegaskan.

Wahyuni melanjutkan, peran Sibat Kelurahan Kemijen di masa pandemi ini memang lebih banyak memberikan layanan spraying disinfektan. Meski begitu, Sibat PMI juga harus memnfaatkan momen tersebut untuk mengedukasi masyarakat, terutama limbah masker. “Limbah masker ini haru disobek, dimasukkan plastik atau dibakar,” pesannya.

Sebab, lanjutnya masyarakat kadang tidak menyadari dirinya terpapar Covid-19 atau yang dikenal dengan istilah orang tanpa gejala (OTG). “Kita harus bersama-sama menanggulanginya,” ajaknya.

Hal senada diungkapkan Dosen Universitas Semarang (USM) yang juga pengurus PMI Kota Semarang, Prof Hardani. Menurutnya, evaluasi Sibat PMI digunakan sebagai acuan perkembangan peran relawan di masyarakat.

“Hikmah dari wabah ini kita jadi sadar pentingnya menjaga kebersihan dan pola hidup sehat. Ini harus disuarakan ke masyarakat,” pesannya.

Ia pun meminta agar Sibat bisa berkolaborasi dengan elemen lain yang ada di masyarakat. “Kalau bisa jangan hanya Sibat saja, harus mengajak elemen lain seperti Karang Taruna, PKK dan lainnya,” imbuhnya.

Sebelumnya Ketua Sibat Kemijen, Nurul Burhan memaparkan berbagai kegiatan yang dilakukan di masa pandemi Covid-19. Salah satunya spraying disinfektan secara rutin berkala, terutama di hari Kamis karena masjid harus bisa digunakan untuk salat Jumat.
“Kita ada penyemprotan rutin, bahkan sering diminta kelurahan lain karena tidak punya relawan,” ungkapnya.

Burhan yang juga anggota Banser Tanggap Bencana (Bagana) Kota Semarang ini melanjutkan, Sibat PMI juga mengolah limbah untuk Eco Enzyme dan Bank Sampah, juga pengembangan tanaman hydroponik dan mendapatkan perahu karet dari Chairman Social Responsibility (CSR) PT Pertamina.
“Tapi kita baru mau tata ulang tanaman, jadi belum pembibitan lagi, kalau perahunya masih kita taruh di Pertamina karena tidak ada tempat,” katanya.

Peran Sibat diapresiasi Lurah Kemijen, Dwi Wiyana. Katanya, sejak ada Covid, kegiatan Sibat banyak sekali. “Kami sangat berterimakasih sekali karena kelurahan banyak dibantu Sibat, tidak hanya dalam menanggulangi Covid. Tadi sudah disampaikan Pak Burhan dengan Bank Sampah dan Eco Enzim,” pungkasnya. (af)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini