- iklan atas berita -

Metrotimes, (Purworejo)-Para Kepala Desa di Kabupaten Purworejo menagih progres pembangunan Bendungan Bener. Program Strategis Nasional yang dimulai sejak Presiden RI Joko Widodo itu terkesan jalan ditempat karena tak ada progres berarti hingga tahun ini.

“Ini menjadi rekomendasi dalam Musda Polosoro tahun 2026 yang kami laksanakan beberapa pekan lalu. Kami akan dorong agar pembangunan Bendungan Bener dipercepat,” ucap Kabid Kajian Strategis Polosoro Purworejo, Agung.Y.P, Rabu (2/9/2026).

Ia mengutarakan kedaulatan air dan pangan masuk dalam asta cita Presiden Prabowo Subiyanto. Bendungan bener menjadi salah satu bagian dari program prioritas tersebut, namun saat ini proses pembangunan bendungan tersebut terkendala karena tidak didukung oleh anggaran dari pemerintah pusat.

“Progresnya stagnan, tidak ada perkembangan tidak ada kelanjutan padahal sudah dinanti masyarakat terutama petani,” ujarnya lagi.

Agung mengemukakan, lahan sawah potensial di Purworejo yang akan memanfaatkan bendungan tersebut sekitar 15 ribu hektar. Polosoro menuntut pemerintah pusat segera melanjutkan proses pembangunan agar tidak menjadi proyek mangkrak.

ads

Akibat El-Nino, sebagian besar wilayah pertanian di daerah ini kering kerontang. Produksi gabah di Purworejo pada masa tanam ketiga tahun ini dipastikan turun drastis

“Daerah Irigasi Kedung Putri dan dan Boro debit air sudah sangat minim tinggal 1100 liter perdetik. Ini sangat rendah tidak bisa dipakai untuk olah lahan pada MT-3, padahal dua daerah irigasi ini harus menopang pengairan sawah seluas 10 ribu hektar. Saat ini hanya 10 sampai 20 persen yang bisa tanam di MT-3. Kasian petani, tidak dapat hasil,” kata dia lagi.

Agung mengemukakan bahwa saat ini Pemkab Purworejo sedang menyiapkan lahan pertanian berkelanjutan. Sebesar 95,05 persen lahan sawah dilindungi (LSD) di daerah ini akan dimasukan dalam daftar Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Upaya ini dinilai akan bercuma jika tidak didukung oleh ketercukupan air.

“Untuk itu seharusnya pembangunan bendungan bener harus dikebut. Sebab langkah strategis untuk mewujudkan swasembada pangan ini perlu didukung dengan ketercukupan air,” demikian katanya.

Bupati Purworejo, Yuli Hastuti mengatakan terkait keberlanjutan pembangunan Bendung Bener, pemerintah daerah selama ini sudah melakukan beberapa upaya dengan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi hingga pusat

“Saya bersama pak wakil tidak diam, kami sudah melangkah. Karena sudah ada beberapa desa mengeluh, terutama desa-desa yang terdampak langsung atas pembangunan itu,” ucap bupati.

Persoalan ini telah disampaikan kepada Kementerian Pekerjaan Umum serta ke Gubernur Jawa Tengah, Achmad Luthfi. Dirinya bahkan sempat meminta gubernur agar meninjau kondisi terkini bendungan tersebut.

Demi mendorong percepatan pembangunan bendungan itu, bupati bahkan sudah pernah menyampaikan hal ini ke kantor Sekretariat Kabinet. Yuli ingin Presiden Prabowo memperhatikan kelanjutan Bendungan Bener.

Wakil Bupati, Dion Agasi Setiabudi menambahkan bahwa Pemkab Purworejo sudah melakukan berbagai berupaya agar Purworejo segera memiliki bendungan raksasa itu.

“Tapi terkait anggaran pembangunan bendungan tersebut tidak serta merta melalui jalur birokratis. Mungkin kita perlu menempuh jalur politis agar pembangunan ini segera selesai. Untuk itu kita butuh dukungan desa untuk dorong agar pembangunan bisa jalan lagi,” sebut Dion.(dnl)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!