- iklan atas berita -

METROTIMES ( AMBON, ) 12 Agustus 2026 — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku memperkuat kemitraan strategis dengan insan pers untuk memperluas jangkauan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, hingga ke wilayah-wilayah kepulauan yang terluar. Inisiatif ini disampaikan Kepala OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady, dalam kegiatan komunikasi dan diskusi “OJK Maluku Bastori” di ruang pertemuan Kantor OJK Maluku, Rabu (12/8/2026), yang diikuti puluhan jurnalis dari berbagai media di Ambon.

Haramain Billady menegaskan bahwa media memiliki peran sangat vital dalam membantu OJK menyampaikan informasi sektor jasa keuangan secara akurat, cepat, dan mudah dipahami masyarakat luas. Terlebih di Maluku sebagai provinsi kepulauan yang memiliki tantangan geografis dan keterbatasan akses informasi.

“OJK tanpa media tidak akan dikenal siapa-siapa. Media adalah mitra strategis kami dalam membangun pemahaman masyarakat mengenai sektor jasa keuangan. Informasi mengenai perbankan, pembiayaan, asuransi, pasar modal, hingga perlindungan konsumen harus bisa menjangkau masyarakat di wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan,” ujar Haramain.

Ia juga mendorong media untuk tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga memberikan masukan, catatan, dan persoalan yang berkembang di masyarakat. “Apa yang sebenarnya ingin diketahui masyarakat? Di mana kesulitan mereka mengakses layanan keuangan? Itu semua bisa menjadi agenda yang kita bahas bersama,” tambahnya.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Maluku, Alex Sariwating, menyambut positif forum tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen OJK untuk transparan, terbuka, dan dekat dengan media. “Kehadiran Bapak Kepala OJK secara langsung ini tentu akan mempermudah kami dalam menyampaikan informasi yang benar dan bermanfaat kepada masyarakat Maluku secara luas,” ujar Alex.

ads

OJK Maluku berencana menjadikan OJK Maluku Bastori sebagai forum komunikasi rutin, baik setiap triwulan maupun berdasarkan isu dan kebutuhan tematik yang berkembang. Forum ini diharapkan menjadi ruang dialog dua arah — OJK menyampaikan kebijakan, sementara media menyuarakan aspirasi dan kendala yang ditemui di lapangan.

Pada akhirnya, kolaborasi ini bukan sekadar memperkuat hubungan OJK dengan media, melainkan memastikan masyarakat memiliki informasi yang cukup untuk memahami produk keuangan, mengenali risiko, melindungi diri dari praktik keuangan ilegal, serta mengambil keputusan finansial yang tepat — hingga ke pelosok kepulauan Maluku. ( Tasya P )

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!