MetroTimes (Surabaya) – Pemerintah kabupaten Pamekasan melalui Dinas Perindustrian dan perdagangan berkomitmen penuh untuk mengangkat batik Pameskesan sebagai komoditi tekstil dan fashion berbasis budaya dan juga indistri.

Bati pamekasan yang memiliki ragam motif dan warna diharapkan menjadi top mind masyarakat Indonesia akan keindahan batik dari Jawa Timur, Madura, dan khususnya Pamekasan sejajar seperti batik Solo-Jogja, Pekalongan, Lasem dan kota batik lainnya.

Melalui DISPERINDAG Pamekasan yang melakukan secara sungguh sungguh sejak tahun 2017 dengan promosi melalui GEBYAR BATIK PAMEKASAN. Sejak tahun 2020 gebyar batik digelar diluar dari kota pamekasan dengan memulai perhelatan pertama di kota Ungaran Semarang pada tahun 2020, kemudian Banyuwangi ditahun 2021, dan kemudian di tahun 2022 GEBYAR BATIK PAMEKASAN digelar di 6 kota sepanjang tahun.

Pada awal tahun pagelaran fashion batik pameksan dilakukan di kota Malang dan Tuban, kali ini di season ke 3 Gebyar Batik Pamekasan berkolaborasi dengan Eksotika Bromo yang digelar di Pasir Berbisik Gunung Bromo.

Memamerkan Batik Junjung Drajat yang bermakna sembah sujud dan ingat kapada leluhur dan maha pencipta serta memahami keadaan diri sendiri yang akan dibuat 25 busana fashion batik yang akan di gelar pertama kali di Eksotika Bromo. Dengan konsep MYSTICAL ADVENTURE yang meripresentasikan alam bromo sabagi tempat adventur yang luar biasa dan keragaman budaya dan agama berkesan mystical dan selaras dengan alamnya.

Mengajak designer Nasional Embran Nawawi yang dipercaya untuk menggarap konsep tersebut dan menginkubasi beberapa designer muda Pamekasan hingga promosi batik Pamekasan ini akan masive menyentuh peminat dan pecinta fashion batik di jawa timur dan nasional.

Ada 6 designer yang memperkuat Gebyar Batii Pamekasan dengan 6 tema yang berbeda tetapi satu konsep yaitu Mystical Advennture.

LUTFIANTO designer yang mengkhususkan pada fashion pria mengangkat Bunga Edelweis sebagai symbol adventur dengan batik Junjung drajat berwarna hijau dan coklat serta abu dengan bentuk busana Fashion Jacket dan Celana Cargo.

PEPENG BRIANTO designer yang selalu bersemangat untuk merancang batik junjung drajat nya pada fashion remaja yang cheerful dengan sentuhan warna biru dan orange berupa fashion jacket wanita yang centil dan lucu serrta celana ketat untuk memberi kesan ceria dan segar di pegunungan.

HERDI SESET sangat serius mengabil thema Gunung Bromo itu sendiri dengan gaya avant garde meripresentasikan siluet guung dan kawah bromo pada busananya. Untuk fashion yang berkesan beauty ada ALVIEN OKTOVA yang mengankat cahaya matahari pagi dalam busana muslim yang elegant.

BAGUS DWI PRASETYO hadir mengangkat kecatikan Roro Anteng dengan fashion ala red carpet menggunakan batik junjung drajat berwarna orange.

Lain hal nya dengan Embran Nawawi yang mengangkat kisah cinta mystical Roro Anteng dan Joko Seger dengan gaya extravaganza tampil glamour dan megah untuk persembahan kepada Bromo.

Harapan dari para designer, Kepala Dinas Perindustrian Bapak Achmad Sjaefudin,  dan Pemerintah Kabupaten Pamekasan melalui Bapak Bupati Baddut Tamam bahwa batik Pamekasan adalah mahakarya wastra yang berpotensi untuk menjadi industri fashion baik lokal, nasioanal maupun global nantinya mealui karya-karya tersebut didukung dengan para pencinta batik dan fashion serta perajin dan distributor.

Dengan berkolaborasi intens dalam acara EKSOTIKA BROMO maka Gebyar Batik Pamekasan merupakan acara fashion pertama yang tampil dalam acara tahunan tersebut selain tari dan music tardisi dari berbagai kota di Indonesia. Mengangakat kosep show FASHION COLLOSAL berjudul MYSTICAL ADVENTUR dan Batik JUNJUNG DRAJAT maka GRBYAR BATIK PAMEKASAN juga menjadi yang pertama kali menampilkan FASHION COLLOSAL di Jawa Timur menurut Embran Nawawi. (nald)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini