- iklan atas berita -

MetroTimes (Surabaya) – Pengabdian Masyarakat Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga di SDN Marmoyo, Jombang, tidak hanya diisi dengan edukasi, tetapi juga menghadirkan aksi nyata untuk membangun lingkungan sekolah yang lebih hijau dan berkelanjutan. Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 17 Juni 2026, ini menjadi tahap awal dalam memperkuat komunitas sekolah ramah lingkungan berbasis SDGs 11.

Salah satu kegiatan utama adalah pembuatan taman sekolah di halaman depan laboratorium SDN Marmoyo. Dalam kegiatan tersebut, siswa diajak menanam bibit terong, pakcoy, dan cabai dengan media tanam yang telah menggunakan kompos. Kegiatan ini tidak hanya memperindah lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi sarana belajar langsung bagi siswa mengenai pentingnya merawat tanaman, menjaga kebersihan, dan memahami hubungan antara lingkungan sehat dengan kehidupan sehari-hari.

Agar taman yang dibuat tidak berhenti sebagai kegiatan simbolis, siswa juga diarahkan untuk menjalankan jadwal piket perawatan tanaman. Melalui pembiasaan ini, siswa diharapkan belajar bertanggung jawab terhadap lingkungan sekolah secara berkelanjutan. Inisiatif tersebut menjadi bagian penting dari upaya awal SDN Marmoyo dalam menyiapkan diri menuju budaya sekolah yang lebih peduli lingkungan, sekaligus menjadi langkah inisiasi nyata dalam mempersiapkan sekolah menuju program Adiwiyata.

ads

Selain taman, kegiatan ini juga menghasilkan pemasangan enam unit biopori di lingkungan sekolah. Biopori dipilih karena lebih mudah dirawat oleh pihak sekolah dan memiliki manfaat langsung bagi lingkungan. Keberadaan biopori menjadi penting karena terdapat beberapa titik di sekitar sekolah yang berisiko mengalami genangan air saat hujan. Dengan adanya biopori, air hujan diharapkan dapat lebih mudah meresap ke dalam tanah sehingga lingkungan sekolah menjadi lebih nyaman dan aman bagi siswa.

Aksi nyata lainnya adalah penguatan bank sampah sekolah melalui Keranjang Sampah Sayang. Siswa diajarkan cara memilah dan mengelola beberapa jenis sampah, seperti botol plastik, gelas plastik, kertas, dan minyak jelantah. Bank sampah ini juga telah terhubung dengan Sanggar Hijau sebagai mitra, yang nantinya akan mengambil sampah secara periodik. Dengan demikian, pengelolaan sampah di sekolah tidak hanya berhenti pada pemilahan, tetapi memiliki alur tindak lanjut yang lebih jelas.

 

Dalam sesi edukasi, siswa juga mempraktikkan pembuatan ecobrick sebagai contoh pemanfaatan sampah plastik. Selain itu, siswa mengikuti kegiatan prakarya dengan membuat kerajinan dari sampah plastik, salah satunya gantungan kunci. Aktivitas ini memperlihatkan bahwa sampah dapat dikenalkan kepada anak-anak bukan hanya sebagai masalah, tetapi juga sebagai bahan belajar kreatif apabila dikelola dengan tepat.

Sebagai bagian dari kampanye pengurangan plastik sekali pakai, siswa juga menerima tumbler yang dapat digunakan untuk membawa minuman sendiri. Langkah ini memperkuat pesan bahwa kebiasaan kecil, seperti mengurangi botol plastik sekali pakai, dapat mendukung pembangunan berkelanjutan dan komunitas ramah lingkungan.

Kegiatan ini menjadi wujud penerapan prinsip SDGs, khususnya SDGs 11 tentang komunitas berkelanjutan, sekaligus menandai inisiasi SDN Marmoyo dalam perjalanan menuju Sekolah Adiwiyata. Melalui taman sekolah, biopori, bank sampah, ecobrick, dan pembagian tumbler, SDN Marmoyo mulai membangun sistem sederhana yang dapat diterapkan secara berkelanjutan. Kegiatan ini akan dilanjutkan pada Juli 2026 melalui evaluasi perkembangan taman, pemanfaatan biopori, pengelolaan bank sampah, dan pembiasaan peduli lingkungan di sekolah.

(nald)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!