Pembagian BLT dan Bansos Di Brangsong Abaikan Prosedur Pencegahan Covid-19

0
1711

 

Metro Times Kendal – Pembagian Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) dan Perluasan Bantuan Sosial (Bansos) Pangan Sembako dari Kemensos RI, di Kecamatan Bransong dibagikan didua lokasi berbeda.

Bantuan perluasan program bantuan sosial pangan sembako dari Kemensos RI dipusatkan di kantor Kecamatan Brangsong. Sedangkan pembagian program untuk BLT DD dipusatkan di Balai Desa Rejosari.

Namun, pembagian yang berlangsung di Balaidesa Rejosari maupun yang berlangsung di kantor Kecamatan Brangsong terlihat ribuan warga berkerumun dan mengabaikan prosedur pencegahan covid-19 yang telah diterapkan pemerintah guna memutus mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19).

Dengan kondisi ini, Camat Brangsong, Bambang Djoko Pitono saat dikonfirmasi mengaku, tidak bisa berbuat banyak. Dirinya sebelumnya sudah meminta kepada manajemen pembagian agar ditujukan ke masing-masing desa, jangan disatu titik di kecamatan. Namun dari manajemen tidak menyetujui.

“Akhirnya meski kuwalahan, ya kami susun sesuai jadwal untuk masing-masing desa. Kendalanya pihak manajemen meminta hari ini harus selesai, akhirnya ya seperti ini mas terjadi penumpukan warga,” ungkapnya.

Bambang hanya berharap agar pelaksanaannya bisa lancar dan tidak terjadi apa-apa kepada warga. “Semoga warga yang mengambil bantuan perluasan sembako tidak ada yang membawa virus Covid-19, sehingga semuanya aman,” ungkapnya.

Dirinya juga menyampaikan, bantuan kali ini ada 2 (dua) program yang dibagikan untuk 12 desa di wilayahnya.

“Untuk BLT DD sebesar Rp 600 ribu perbulan disalurkan ke rekening masing-masing warga melalui Bank Jateng. Sedangkan untuk batuan sosial sembako dari Kemensos sebesar Rp 200 ribu, juga disalurkan ke masing masing rekening KPM melalui bank BTN,” terangnya.

Dikatakan, untuk uang 200 ribu rupiah hanya dapat ditukarkan dengan bahan pangan seperti karbohidrat, protein hewani, protein nabati dan vitamin ke agen-agen yang sudah ditunjuk oleh Bank BTN.

Sementara itu, kerumunan ribuan warga dalam pembagian program untuk BLT DD yang dipusatkan di Balai Desa Rejosari, diakui oleh Kades Rejosari Eny Setyaningsih merupakan kewenangan kecamatan.

Dirinya yang baru menjabat 2 (dua) hari setelah dilantik oleh bupati juga mengaku bahwa, Balaidesa Rejosari hanya ketempatan saja.

“Saya baru menjabat dua hari mas jadi ini semua limpahan dari kades sebelumnya,” kata Eny Setyaningsih.(Gus)