- iklan atas berita -

Metro Times (Wonosobo) Anggota Komisi IV DPR RI Dapil Jateng VI dari Fraksi PDI Perjuangan, Vita Ervina SE MBA menuturkan, angka stunting tahun 2021 secara nasional di angka 24,4 persen. Di Wonosobo prosentase angka stunting juga terbilang masih cukup tinggi.

Namun demikian, pihaknya meminta angka stunting bisa terus ditekan. Salah satunya dengan cara merangkul kader TP PKK di setiap desa yang angka kasus stuntingnya masih tinggi guna mensosialisasikan gerakan gemar makan ikan bagi anak.

”Kita bisa menggandeng ibu-ibu TP PKK di seluruh Kabupaten Wonosobo dan teman-teman remaja putri milenial,” ujarnya yang disampaikan secara virtual dalam acara “Perluasan Safari Gemarikan”, Jumat (11/3), di Balai Desa Kapencar Kertek Wonosobo.

Vita menjelaskan, kegiatan tersebut, menjadi salah satu program andalan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KPP). Utamanya yang menyasar kepada ibu hamil kekurangan energi kronis, balita stunting, remaja putri produktif dan seluruh ibu-ibu dalam keluarga.

”Maka, ibu-ibu TP PKK dan generasi milenial sekarang bisa membantu mensosialisasikan dan menggeliatkan agar dapat menjadi gerakan nyata untuk kembali membudayakan santapan ikan di meja makan setiap hari,” ajaknya.

ads

Meski tidak memiliki laut, legislator muda PDI Perjuangan ini mengingatkan jika Kabupaten Wonosobo airnya melimpah, mempunyai banyak sungai, Waduk Wadaslintang dan Telaga Menjer yang banyak menghasilkan ikan nila.

”Apalagi jika didukung dengan melimpahnya pembudidaya ikan serta inovasi dari teman-teman UMKM khususnya bidang perikanan, saya yakin kebiasaan masyarakat untuk mengkonsumsi ikan akan meningkat,” ucapnya optimis.

Dalam kesempatan tersebut, Vita juga menyampaikan pesan dari Megawati Soekarnoputri bahwa Presiden ke-5 RI itu sangat konsen dan peduli terhadap penekanan penurunan angka stunting.

“Sebagai bentuk kepeduliannya, Megawati secara khusus bersama tim ahli gizi ternama menyiapkan buku resep terbaik. Buku tersebut berisi menu dengan komposisi gizi tinggi, dengan bahan-bahan yang mudah didapat dan sangat ekonomis dan bisa dinikmati seluruh anggota keluarga,” katanya.

Dia berharap, mudah-mudahan buku tersebut bisa segera diedarkan, diperbanyak dan menjadi pegangan ibu-ibu maupun calon ibu untuk memberi menu gizi yang baik anak. Jika anak dan ibu hamil terpenuhi gizinya, niscaya kasus stunting dan gizi buruk tidak akan terjadi.

Kepala Balai Besar Pengujian Penerapan Produk Kelautan dan Perikanan, Ditjen PDSPKP Kementrian Kelautan dan Perikanan Ir Widya Rusyanto MSi mengakui stunting masih menjadi masalah nasional.

Rusyanto menyebut ikan perlu dikonsumsi karena mengandung protein, lemak (omega 3), mineral dan beberapa kandungan vitamin lainnya yang sangat diperlukan ibu hamil dan janinnya.

“Wonosobo yang terletak di pegunungan termasuk daerah dengan potensi air yang melimpah. Karena itu, warga bisa memanfaatkan air tersebut untuk membudidayakan ikan. Baik itu di kolam, telaga, bendungan maupun di pinggir sungai,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Wonosobo Dyah Afif Nurhidayat, mengungkapkan, pelibatan kader TP PKK penting dilakukan untuk lebih memasyarakatkan Gemarikan. Jika anak rutin mengkonsumsi ikan maka akan menjadi generasi yang sehat, kuat dan cerdas.

”Mereka adalah calon orang tua, calon ibu, yang sedini mungkin perlu diberikan pemahaman untuk persiapannya di masa depan. Utamanya untuk menggemari olahan-olahan makanan yang berbahan dasar ikan,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, setidaknya 500 paket Gemarikan yang berisi olahan ikan seperti kerupuk, bakso ikan, bandeng presto dan lele segar produksi UMKM setempat dibagikan kepada para peserta meliputi ibu hamil, ibu menyusui, anak stunting dan PKK milenial. (rif)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!