- iklan atas berita -

MetroTimes(Sleman)-Persoalan kekerasan dan perundungan di lingkungan sekolah kembali menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Sleman. Pemerintah daerah menilai upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman tidak cukup dilakukan melalui aturan dan sosialisasi, tetapi membutuhkan keteladanan serta keterlibatan seluruh unsur pendidikan.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Sleman Harda Kiswaya dalam agenda penguatan pendidikan karakter dan pencegahan kekerasan jenjang SMP yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman di Mal Pelayanan Publik (MPP) Sleman, Selasa (1/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti 117 peserta yang terdiri atas kepala SMP negeri dan swasta, ketua komite sekolah, serta perwakilan ketua OSIS.

Di hadapan peserta, Harda menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak semestinya hanya dilihat dari capaian akademik siswa. Kemampuan membangun karakter, integritas, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial juga menjadi bagian penting dari tujuan pendidikan.

“Anak-anak kita tidak cukup hanya menjadi generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga harus tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas, bertanggung jawab, mampu menghargai perbedaan, serta memiliki kepedulian terhadap sesama,” kata Harda.

ads

Menurutnya, sekolah harus menjadi ruang yang memberikan rasa aman bagi siswa. Karena itu, kepala sekolah dan guru dinilai memiliki posisi strategis dalam membangun budaya tersebut melalui perilaku sehari-hari.

Keteladanan pendidik, kata Harda, tidak berhenti pada penyampaian materi pendidikan karakter. Sikap dalam memperlakukan siswa, cara menyelesaikan persoalan, hingga kemampuan membuka komunikasi secara sehat turut menentukan iklim pendidikan di sekolah.

Ia juga meminta sekolah menyediakan ruang komunikasi yang memungkinkan siswa menyampaikan persoalan tanpa rasa takut ataupun terintimidasi.

Pencegahan Kekerasan Tak Bisa Hanya Dibebankan kepada Sekolah

Harda menilai persoalan kekerasan di sekolah tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan pihak sekolah.Orang tua, pemerintah, dan masyarakat juga memiliki peran dalam membangun lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak. Menurutnya, budaya saling menghormati dan empati perlu dibangun secara bersama-sama, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.

“Ketika seluruh warga sekolah memiliki empati serta saling menghormati, maka sekolah akan menjadi lingkungan yang jauh lebih aman dari tindakan kekerasan,” ujarnya.

Pandangan tersebut menempatkan pencegahan kekerasan bukan semata sebagai persoalan disiplin sekolah, melainkan sebagai bagian dari pembangunan ekosistem pendidikan yang melibatkan berbagai pihak.

Dinas Pendidikan Dorong Penguatan Karakter

Foto By Dinas Pendidikan Sleman

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Mustadi mengatakan penguatan karakter menjadi salah satu bagian yang terus didorong dalam proses pendidikan di satuan sekolah.

Menurutnya, sekolah tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga mendampingi siswa agar memiliki karakter yang baik dan mampu hidup berdampingan dengan masyarakat yang beragam.

“Bagaimana di dunia pendidikan Kabupaten Sleman, kita mempersiapkan dan mendampingi anak-anak kita di sekolah supaya dapat terwujud karakter yang baik dan memiliki toleransi yang tinggi,” ujar Mustadi.

Pertemuan yang melibatkan unsur kepala sekolah, komite, dan siswa tersebut menjadi ruang untuk memperkuat kembali komitmen pencegahan kekerasan di satuan pendidikan.

Tantangannya kemudian berada pada implementasi di tingkat sekolah. Pesan mengenai pendidikan karakter dan lingkungan belajar yang aman perlu diterjemahkan menjadi kebijakan, mekanisme pengaduan, pola komunikasi, serta tindakan nyata ketika terjadi persoalan.

Dengan demikian, sekolah tidak hanya menjadi tempat siswa mengejar prestasi akademik, tetapi juga ruang yang memastikan mereka dapat belajar, berkembang, dan menyampaikan persoalan tanpa rasa takut.(JQ)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!