- iklan atas berita -

MetroTimes(Sleman)-Pemerintah Kabupaten Sleman mulai menerapkan digitalisasi pengelolaan parkir di Stadion Maguwoharjo (Stadion MGW) sejak 1 September 2026. Penerapan sistem gate parkir digital tersebut merupakan tindak lanjut arahan Bupati Sleman dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya pengguna layanan parkir di kawasan Stadion Maguwoharjo.

Melalui sistem baru ini, masyarakat diharapkan memperoleh layanan parkir yang lebih mudah, aman, nyaman, dan transparan. Salah satu kemudahan yang ditawarkan adalah pembayaran secara nontunai menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman, Heri Kuntadi, A.P., M.T., mengatakan digitalisasi parkir merupakan bagian dari upaya pembenahan pelayanan sekaligus penguatan tata kelola retribusi parkir.

“Menindaklanjuti arahan Bupati Sleman dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada pengguna layanan parkir di Stadion Maguwoharjo, mulai 1 September 2026 parkir di Stadion Maguwoharjo menggunakan digitalisasi. Kami berharap masyarakat semakin dipermudah, salah satunya melalui pembayaran menggunakan QRIS,” kata Heri.

ads

Menurut Heri, penerapan digitalisasi tidak hanya berkaitan dengan perubahan metode pembayaran. Sistem tersebut juga diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman kepada pengunjung sekaligus meningkatkan transparansi pengelolaan pendapatan parkir.

“Dengan digitalisasi ini, kami berharap pengelolaan parkir dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung. Di sisi lain, pendapatan parkir juga dapat dipantau secara real-time sehingga pengelolaannya menjadi lebih transparan dan akuntabel,” ujarnya.

Dua Mekanisme Gate Parkir

Dalam penerapannya, pengelolaan parkir di Stadion Maguwoharjo menggunakan dua mekanisme, yakni gate parkir permanen dan gate parkir portabel.

Gate parkir permanen digunakan untuk pelayanan parkir secara rutin, termasuk aktivitas harian dan kegiatan reguler di kawasan stadion.

Sementara itu, gate parkir portabel digunakan secara insidental, terutama ketika Stadion Maguwoharjo menjadi lokasi event yang berpotensi meningkatkan jumlah kendaraan secara signifikan.

Penerapan dua mekanisme tersebut memungkinkan pelayanan parkir disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan. Pada aktivitas rutin, pelayanan dapat dilakukan melalui gate permanen. Sedangkan ketika berlangsung kegiatan dengan tingkat kunjungan tinggi, gate portabel dapat dioperasikan untuk mendukung kelancaran pelayanan.

Transaksi Parkir Dapat Dipantau Real-Time

Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam digitalisasi parkir adalah pencatatan transaksi.

Dengan sistem digital, aktivitas dan transaksi parkir tercatat dalam sistem sehingga data pendapatan dapat dipantau secara real-time. Data tersebut juga dapat menjadi dasar monitoring dan evaluasi terhadap pengelolaan parkir di kawasan stadion.

Digitalisasi diharapkan dapat memperkuat transparansi karena data transaksi dapat ditelusuri dan dipantau berdasarkan aktivitas yang terjadi di lapangan.

Selain aspek administrasi dan pendapatan, sistem tersebut juga diarahkan untuk mendukung pelayanan yang lebih tertib bagi masyarakat.

Heri menegaskan, penerapan teknologi harus berjalan beriringan dengan kesiapan petugas dan pengelola parkir.

“Teknologi harus diikuti dengan kesiapan sumber daya manusia dan pelayanan di lapangan. Karena tujuan akhirnya adalah memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” katanya.

Ke depan, data yang dihasilkan sistem digital juga dapat dimanfaatkan untuk mengevaluasi pola penggunaan parkir, termasuk melihat volume kendaraan pada hari biasa maupun saat Stadion Maguwoharjo digunakan untuk kegiatan berskala besar.

Penyerahan Perjanjian Pengelolaan Parkir

Dalam rangkaian peluncuran sistem parkir digital tersebut, dilakukan pula penyerahan secara simbolis Surat Perjanjian Pengelolaan Parkir kepada pihak pengelola resmi.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Sleman, antara lain Asisten Sekretaris Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman, Kepala UPTD Parkir, Kepala UPTD Stadion Maguwoharjo, serta tokoh masyarakat yang mewakili lingkungan RT dan RW sekitar stadion.

Penyerahan perjanjian tersebut menjadi bagian dari rangkaian penerapan sistem pengelolaan parkir yang diarahkan agar pelayanan di kawasan Stadion Maguwoharjo berjalan lebih tertib dan memiliki mekanisme pengelolaan yang jelas.

Tinjau Langsung Sistem Parkir Digital

Setelah rangkaian acara peluncuran, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan untuk melihat secara langsung penerapan sistem parkir digital.

Rombongan meninjau anjungan gate parkir permanen sekaligus memberikan karcis secara langsung kepada pengunjung yang menggunakan layanan parkir.Peninjauan kemudian dilanjutkan ke ruang monitoring untuk melihat proses pemantauan aktivitas dan transaksi parkir melalui sistem digital.

Rombongan selanjutnya menuju pintu masuk Stadion Maguwoharjo untuk melihat kesiapan pelayanan di lapangan, termasuk meninjau gate parkir portabel yang disiapkan untuk digunakan secara insidental ketika stadion menggelar event dengan tingkat kunjungan dan volume kendaraan yang tinggi.

Penerapan digitalisasi parkir di Stadion Maguwoharjo menjadi salah satu langkah Pemkab Sleman dalam mendorong transformasi pelayanan publik. Sistem tersebut tidak hanya diarahkan untuk memberikan kemudahan pembayaran melalui QRIS, tetapi juga untuk menciptakan layanan parkir yang lebih aman dan nyaman serta mendukung pengelolaan pendapatan daerah yang lebih transparan dan dapat dipantau secara real-time.

Keberhasilan penerapan sistem ini selanjutnya akan sangat ditentukan oleh konsistensi operasional di lapangan, kesiapan petugas, serta kemampuan sistem dalam memberikan pelayanan yang benar-benar lebih mudah bagi masyarakat.(JQ)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!