- iklan atas berita -

MetroTimes(Sleman)- Sejumlah proyek pemeliharaan dan rehabilitasi jalan kabupaten di Sleman menunjukkan progres pekerjaan lebih cepat dibandingkan rencana. Capaian tersebut menjadi sinyal positif dalam upaya Pemerintah Kabupaten Sleman mempercepat peningkatan kualitas infrastruktur jalan yang berhubungan langsung dengan mobilitas masyarakat.

Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman mencatat beberapa pekerjaan bahkan memiliki selisih capaian cukup signifikan dibandingkan progres yang direncanakan.

Sekretaris DPUPKP Sleman, Fauzan Ma’aruf, mengatakan salah satu pekerjaan dengan capaian paling tinggi terdapat pada pemeliharaan berkala Jalan Turi-Gondoarum.

Hingga saat ini, realisasi pekerjaan ruas tersebut telah mencapai 93,6 persen, jauh melampaui progres yang direncanakan sebesar 37,64 persen.Dengan demikian, pekerjaan Jalan Turi-Gondoarum mencatat deviasi positif 55,96 poin persentase.

Capaian tinggi juga terlihat pada pemeliharaan berkala Jalan Gejayan-Demangan. Realisasi pekerjaan telah mencapai 99,11 persen, sedangkan progres yang direncanakan berada pada angka 66,41 persen.

ads

Sejumlah Ruas Berjalan di Atas Target

Selain dua ruas tersebut, pekerjaan pemeliharaan berkala Jalan Turgenen-Tegal Donon berjalan sesuai dengan rencana. Realisasi pekerjaan tercatat sebesar 58,675 persen, sama dengan progres yang ditargetkan.

Sementara itu, pemeliharaan berkala Jalan Tlacap-Brayut telah mencapai realisasi 31,1 persen. Capaian tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan progres yang direncanakan sebesar 30,22 persen, dengan deviasi positif 0,88 poin persentase.

Pekerjaan pemeliharaan berkala Jalan Banjarhajo-Ngemplak juga berada di atas target. Realisasi pekerjaan mencapai 20,23 persen, sedangkan progres yang direncanakan sebesar 12,51 persen.

Kondisi serupa terjadi pada rehabilitasi Jembatan Kadisoko. Pekerjaan tersebut telah terealisasi sebesar 19,054 persen, lebih tinggi dibandingkan rencana progres yang berada di angka 12,381 persen.

Capaian tersebut menunjukkan sejumlah pekerjaan infrastruktur jalan dan jembatan di Sleman berjalan sesuai target, bahkan beberapa di antaranya mampu melampaui jadwal progres yang telah ditetapkan.

Meski demikian, percepatan pekerjaan tetap perlu diikuti dengan pengawasan terhadap kualitas hasil pekerjaan. Kecepatan pelaksanaan menjadi penting, tetapi kualitas konstruksi dan pemenuhan spesifikasi pekerjaan tetap menjadi bagian utama dalam penyelesaian proyek infrastruktur.

Disiapkan untuk Mobilitas Akhir Tahun

Rangkaian pekerjaan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Sleman meningkatkan kualitas jaringan jalan kabupaten. Perbaikan tidak hanya diarahkan untuk memperbaiki kondisi fisik jalan, tetapi juga memastikan konektivitas antarwilayah tetap mendukung aktivitas masyarakat.

Jalan yang dalam kondisi baik memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas warga, mulai dari perjalanan menuju tempat kerja dan sekolah hingga aktivitas perdagangan dan perekonomian. Kondisi jalan yang baik juga mendukung kelancaran distribusi barang dan jasa antarkawasan.

Terlebih menjelang akhir tahun, aktivitas masyarakat diperkirakan mengalami peningkatan. Pemkab Sleman pun menyiapkan langkah pemeliharaan lanjutan untuk mengantisipasi meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode Natal dan Tahun Baru.

“Akhir tahun dalam persiapan Natal dan Tahun Baru, kami akan melakukan perbaikan juga. Datanya nanti kami sesuaikan dari hasil survei bulan November,” kata Fauzan saat dihubungi via WA, Jumat (4/9/2026).

Menurut Fauzan, hasil survei kondisi jalan pada November akan menjadi salah satu dasar untuk menentukan kebutuhan penanganan berikutnya.

Pendekatan tersebut memungkinkan pemerintah menentukan ruas yang membutuhkan penanganan berdasarkan kondisi aktual di lapangan, sehingga pekerjaan pemeliharaan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.

Bagian dari Program Sleman Dalane Alus, Sleman Padang

Perbaikan infrastruktur jalan tersebut merupakan bagian dari percepatan program Sleman Dalane Alus, Sleman Padang.

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, sebelumnya menekankan pentingnya kualitas jalan dalam mendukung mobilitas masyarakat. Infrastruktur jalan yang baik dinilai mampu mengurangi hambatan perjalanan sekaligus memperlancar pergerakan orang dan distribusi barang.

Konektivitas antarwilayah menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung aktivitas ekonomi daerah. Semakin baik akses jalan, semakin besar pula peluang pergerakan masyarakat dan kegiatan ekonomi berlangsung secara lancar.

Namun, pembangunan konektivitas Sleman tidak hanya bertumpu pada kualitas badan jalan. Pemerintah daerah juga memberikan perhatian terhadap fasilitas pendukung transportasi, salah satunya melalui penyediaan Alat Penerangan Jalan (APJ).

Pemenuhan kebutuhan APJ dilakukan antara lain melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Hingga 2024, realisasi pemasangan APJ di Sleman disebut baru mencapai sekitar 48 persen dari total kebutuhan.

Dengan panjang jalan kabupaten sekitar 699,5 kilometer, kebutuhan APJ di Sleman diperkirakan mencapai sekitar 17.000 titik, dengan jarak ideal antarlampu sekitar 40 meter.

Pengembangan jalan yang dibarengi peningkatan fasilitas penerangan diharapkan semakin memperkuat konektivitas wilayah Sleman.

Bagi masyarakat, kualitas infrastruktur tersebut bukan sekadar persoalan pembangunan fisik. Jalan yang lebih baik dan penerangan yang memadai berpengaruh langsung terhadap keamanan, kelancaran mobilitas, distribusi barang dan jasa, serta aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari.

Dengan progres sejumlah pekerjaan yang berada di atas target, Pemkab Sleman kini memiliki modal positif untuk memastikan agenda peningkatan kualitas infrastruktur berjalan tidak hanya cepat, tetapi juga tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(JQ)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!