Dongkrak Hasil Sektor Pertanian, Lidik Krimsus RI Ciptakan Produk Pupuk Organik Cair 

0
660
- iklan atas berita -

 

 

Metro Times Sumsel – Pusat Bantuan Hukum (PBH) Lembaga Informasi Data Investigasi Korupsi dan Kriminal Khusus (Lidik Krimsus) Republik Indonesia (RI) Kabupaten Oku Timur Sumatera Selatan (Sumsel), yang dipimpim HM. Sulis Priantoro menjalankan program kerja lembaga dibidang sektor pertanian dan perkebunan.

 

Melalui Divisi Pengembangan Usaha Lembaga (DPUL), Lidik Krimsus RI berhasil membuat komposisi produk pupuk organik jenis cair.

ads

 

Inovasi ini telah dilakukan uji riset laboratorium dari bahan – bahan alami. Selain itu, berbagai uji teknis sesuai anjuran dan persyaratan dari Kementrian Pertanian dan Perkebunan, sehingga menghasilkan pupuk cair yang mampu meningkatkan hasil panen petani diatas rata-rata.

Joko Yulianto selaku Manager Pemasaran Produk Oupuk Organik Cair menyampaikan, produknya sudah mendapatkan legalitas dari Kementerian Derektorat Jenderal Kekayaan Intelektual hak cipta paten produk di Jakarta dengan nama merk “Garuda Indonesia” CV. Rajawali Sakti.

 

“Berbagai daerah pedesaan yang berada di kabupaten Sumatera Selatan telah banyak menggunakan produk yang kami pasarkan,” katanya kepada metrotimes.new, Jumat (2/4/2021).

 

Bahkan, lanjutnya, masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur di Kecamatan Belitang sejak tahun 2014 lalu telah menggunakan produknya dan mengaku puas dengan hasil panen melimpah. Selain itu, konsumen dari produknya juga mengakui jika produk pupuk organik cair baik, karena ramah lingkungan serta sehat dikomsumsi manusia dan alamnya

 

“Bahkan bisa dibilang hemat biaya karena sudah tidak perlu lagi memakai Pestisida Kimia. Seperti kebun duku yang dikelola salah satu pegawai Dinas PUPR Kabupaten Oku Timur, sudah tiga tahun ini memakai dengan hasil buah duku yang bagus dan lebat,” tandasnya.

 

Gunawan, salah seorang petani padi mengaku puas setelah menggunakan pupuk organik cair. Lahan seluas 5400 meter bisa menghasilkan padi hingga 3.140 kilogram.

 

“Alhamdulillah, hasil padi saya bagus di tahun ini. Tahun kemarin terkena hama Sundep dan Wereng karena menggunakan bahan kimia,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Ketua Divisi Investigasi PBH Lidik Krimsus RI kabupaten Oku Timur, Tamwangi berharap, pemerintah setempat turut mendukung progam kerja bidang pengembangan usaha lembaganya, karena setiap hasil panen yang menggunakan pupuk organik cair merk “Garuda Indonesia” cv. Rajawali Sakti bersedia memberikan 20 % keuntunganya untuk membantu kepentingan masyarakat petani kalangan bawah.

 

“Masyarakat petani kita lagi banyak kekurangan pupuk subsidi diwilayahnya, kami berharap pemerintah memberikan kemudahan adminitrasi pemasarannya dalam membantu usaha masyarakat kecil dan menengah ditingkat desa agar dapat memajukan tarap kehidupan petani dan perkebunan didaerahnya yang terkenal dengan Lumbung Padi,” sebutnya.

Soekardi selaku sesepuh Pembina Pusat PBH Lidik Krimsus RI yang pada masa aktifnya banyak berkecimpung dibidang pertanian dan perkebunan sejak masa orde lama hingga sekarang menyambut baik program kerja anggota binaanya di Sumatera Selatan.

 

“Saya berharap agar prodak pupuk organik karya anak bangsa ini mampu segera merambah pemasarannya sampai ke pulau jawa,” harapnya.

 

Menurutnya, masyarakat petani di Jawa juga sangat membutuhkan pupuk organik ramah lingkungan. Ia juga berharap agar segera dibentuk kelompok koperasi petani pengguna pupuk organik agar terkodinir dengan baik dan menyelamatkan hasil panen juga tidak merusak tanah pertanian dan perkebunan di Indonesia.(Gus)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!