Metro Times (Purworejo) Pemerintah Kabupaten Purworejo dan Badan Otorita Borobudur (BOB) berkomitmen untuk melakukan kerja sama bidang pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif. Salah satu yang menjadi fokusnya yakni keseriusan menggarap ecotourism atau wisata berbasis alam di Kecamatan Bener dan Loano. Komitmen tersebut dituangkan dalam sebuah penandatanganan nota kesepahamanan (MoU) di Ruang Arahiwang Kompleks Setda Purworejo, Kamis (12/5/2022).

MoU ditandatangani oleh Direktur Utama BOB, Indah Yuanita, dan Bupati Purworejo, Agus Bastian SE MM, disaksikan Sekda Purworejo, Said Romadhon, serta tamu undangan lainnya. Acara dirangkai dengan Sosialisasi Peraturan Bupati Purworejo Nomor 17 Tahun 2022 tentang Kerja Sama Daerah.

Dalam kesempat itu, Indah Yuanita mengemukakan, penandatanganan MoU ini merupakan bagian dari BOB untuk dapat bekerja sama dengan semua Pemerintah Kabupaten/Kota di wilayah kerja BOB. Menurutnya, BOB memiliki wilayah kerja di 3 Destinasi Pariwisata Nasional (DPN) yakni Jogjakarta Borobudur, Semarang Karimunjawa, dan Solo Sangiran.

“Purworejo ada di DPN Yogyakarta Borobudur. Salah satu pekerjaan dalam MoU tersebut adalah sinkronisasi perkembangan pembangunan kepariwisataan dan ekonomi kreatif, sehingga kita bisa bergerak bersama-sama di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif,” ungkapnya.

Disebutkan, Kabupaten Purworejo memiliki banyak potensi wisata serta ekonomi kreatif yang belum terekspose khalayak luas. Salah satunya yakni kerajinan tangan, kuliner, kebun buah dan wilayah kepariwisataan di perbukitan menoreh.

“Kami punya kawasan zona otoritatif seluas 309 hektar dan itu seluruhnya ada di Kabupaten Purworejo, lokasinya di Kecamatan Bener dan Loano, sekarang kita sedang proses legalisasi pertanahan, sementara masterplan sudah siap, tinggal eksekusinya saja, target selesai legalisasi tanah tahun ini. Setelah itu infrastruktur dasarnya baru bisa kita bangun, dokumen perencanaan sudah siap semua,” sebutnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa ruang lingkup dari MoU ini meliputi antara lain perencanaan dan implementasi program pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif, pekerjaan umum, pertanahan dan tata ruang, usaha mikro kecil, perdagangan dan perindustrian, kebudayaan, pemberdayaan masyarakat, kesehatan serta ketenagakerjaan.

Menurutnya, sektor ketenagakerjaan perlu mendapatkan perhatian lebih karena proyek yang dikerjakan BOB di Desa Sedayu Kecamatan Loano akan banyak menyerap tenaga kerja dari Purworejo.

“Sehingga tenaga kerja yang diserap tentu akan banyak mengambil dari lingkungan sekitarnya dan ini perlu mendapat perhatian dari Dinas Ketenagakerjaan sehingga bisa mempersiapkan tenaga kerja tersebut,” jelasnya.

Salah satu bentuk kerja sama yang akan direalisasikan dalam waktu dekat antara lain memberikan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan SDM pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Purworejo. Pihaknya berharap kawasan wisata Borobudur Highland tersebut dapat segera terwujud.

“Diharapkan tahun 2022 akhir sudah mulai persiapan pembangunan sehingga 2023 akhir sudah bisa beroperasi,” paparnya.

Bupati Purworejo, Agus Bastian sangat mengapresiasi atas kerja sama yang telah terjalin antara BOB dan Pemkab Purworejo. Kerja sama tersebut diharapkan mampu memberikan dampak atau multiplayer effect terhadap ekonomi masyarakat di sekitar destinasi wisata yang dikembangkan BOB di Purworejo.

“Kita juga tidak hanya sampai di sini, paling tidak nanti efek dari pengembangan BOB akan merambah ke seluruh wilayah Purworejo. Saat ini baru wilayah Kecamatan Bener dan Loano, ini juga sebenarnya sudah dimulai dengan adanya wisata De Loano Glamping di Desa Sedayu, Kecamatan Loano,” terangnya.

Dari rencana yang ada, kata Bupati, konsep pariwisata yang akan digarap di Kecamatan Bener dan Loano adalah ecotourism atau wisata alam dan adventure atau petualangan. Wisatawan nantinya dapat melakukan seluruh kegiatan wisata di tengah-tengah rimbunnya hutan perbukitan menoreh. Terkait dengan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) di Kabupaten Purworejo, saat ini juga telah disesuaikan dengan pengembangan pariwisata di Loano dan Bener.

“Sehingga saya berharap juga tidak merusak alam, karena wisata ini di Indonesia juga saya rasa baru satu-satunya, kalau menginap di tengah kota itu biasa, tapi ini bisa menginap dan berkegiatan wisata di tengah kehijauan alam saya kira ini akan sangat luar biasa,” katanya. (Adv/22)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini